Kamis 7 November 2019 Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI) Silsilah 2 Mengenal Allah (Halaqah 9) Mengenal Allāh Subhānahu wa Ta'āla Dengan MakhlukNya Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين. Halaqah yang Kesembilan dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul *Cara Beriman kepada Para Rasul Bag 7*. Diantara cara beriman dengan para Rasul adalah keyakinan yang kuat bahwa seluruh Nabi & Rasul alaihimus salam telah
SbGJ. Download audio السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-9 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Kitab-Kitab Allah adalah tentang “Kitab At-Taurat Bagian 2”. Diantara kabar yang kita ketahui tentang Kitab Taurat di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, ● Ketiga Bahwasanya Allah telah menulis At-Taurat dengan tangan-Nya. Di dalam sebagian riwayat dari kisah percakapan antara Nabi Adam dan Musa alayhimassalām, Nabi Adam berkata kepada Musa, وخَطَّ لك التوراة بيده “Dan Dialah yang telah menulis untukmu At-Taurat dengan tangan-Nya.” HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullāh Diantara kabar yang kita ketahui tentang Taurat adalah, ● Keempat Sebagian yang terkandung di dalam kitab ini. Dan diantara kandungan Taurat ⑴ Beberapa Perkara yang Terkandung di dalam Shuhuf Ibrahim Alayhissalām ⇒ Sebagaimana telah berlalu penjelasannya. ⇒ Ini bagi yang berpendapat bahwa Shuhuf Musa adalah Taurat. ⑵ Hukum-Hukum Untuk Bani Israil Allah berfirman, إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya yang dengan kitab tersebut para Nabi yang berserah diri memberi keputusan atau menghukumi untuk orang-orang Yahudi.” QS Al-Maidah 44 Kemudian di dalam ayat setelahnya, Allah mengabarkan sebagian hukum-hukum tersebut yaitu tentang Hukum Qishash. Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ “Dan Kami tetapkan bagi mereka di dalam Taurat bahwa jiwa dibalas dengan jiwa, mata dibalas dengan mata, hidung dibalas dengan hidung, telinga dibalas dengan telinga, gigi dibalas dengan gigi, dan luka-luka pun ada qishashnya. Maka barangsiapa bershadaqah dengannya yaitu dengan melepas hak qishashnya maka itu menjadi penebus dosa baginya.” Al-Maidah 45 Dan diantara kandungan At-Taurat, ⑶ Kabar Gembira Tentang Kedatangan Nabi Muhammad Shallallāhu Alayhi Wa Sallam Allah berfirman, الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ “Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul lagi Nabi yang ummi, yaitu tidak membaca dan tidak menulis yang namanya mereka temukan tertulis di sisi mereka di dalam Taurat dan Injil.” QS Al-A’raf 157 Diantara kandungan Taurat adalah tentang, ⑷ Penyebutan Sebagian Sifat Sahabat Rasulullah Shallallāhu Alayhi Wa Sallam Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ “Muhammad adalah Rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya yaitu para sahabat keras terhadap orang-orang kafir, saling menyayangi di antara mereka. Engkau melihat mereka ruku’ lagi sujud mencari karunia dan keridhaan dari Rabb mereka. Tanda mereka ada di wajah-wajah mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka di dalam Taurat dan sifat-sifat mereka di dalam Injil.” QS Al-Fath 29 Diantara kandungan Taurat, ⑸ Bahwasanya Allah Membeli Jiwa dan Harta Orang-Orang yang Beriman dengan Surga Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman diri-diri mereka dan harta-harta mereka dengan surga. Mereka berperang di jalan Allah kemudian mereka membunuh dan dibunuh. Janji Allah yang haq di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapa yang lebih menyempurnakan janji daripada Allah? Maka hendaklah kalian bergembira dengan jual beli yang kalian lakukan, yang demikian adalah keuntungan yang besar.” QS At-Taubah 111 Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullah Roy, Di kota Al-Madinah Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy.
*Beriman Dengan Takdir Allāh* *Halaqah 7 Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 4* 🌐 _link audio_ •┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈• السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke Tujuh dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh *Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 4*. Diantara Cara Beriman Dengan Takdir Allāh dengan mengimani tingkatan Takdir yang ke-3 yaitu Masyiiatullah / kehendak Allāh dan yang dimaksud adalah beriman bahwa apa yang Allāh kehendaki pasti terjadi & apa yang tidak Allāh kehendaki maka tidak akan terjadi dan apa yang ada dilangit & di bumi berupa bergeraknya sesuatu atau diam nya sesuatu maka dengan kehendak Allāh & tidak mungkin terjadi dikerajaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla apa yang tidak dikehendaki-Nya. Diantara dalilnya dari Alquran adalah firman Allāh إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ [QS Ya-Sin 82] “Sesungguhnya perkara Allāh apabila menginginkan sesuatu adalah mengatakan *JADILAH* Maka jadilah dia” Dan Allāh berfirman وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ… [QS Yunus 99] “Dan seandainya Rabb mu mungkin menghendaki niscaya akan beriman seluruh yang ada dibumi” Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ… [QS Ali Imran 26] “Katakanlah Ya Allāh yang memiliki kerajaan, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki & mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki & Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki & menghinakan siapa yang Engkau kehendaki” Dan Allāh berfirman وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ [QS At-Takwir 29] “Dan tidaklah kalian menginginkan kecuali dengan kehendak Allāh Rabb semesta alam” Adapun dari As-Sunnah, maka Rasulullãh ﷺ bersabda ▫️ لا يقل أحدُكم اللهمَّ اغفر لي إن شئتَ ، ارحمني إن شئتَ ، ارزقني إن شئتَ ، وليَعزِمْ مسألتَه ، إنَّهُ يفعلُ ما يشاءُ ، لا مُكْرِهَ لهُ “Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan Ya Allāh ampunilah aku jika Engkau menghendaki, sayangilah aku jika engkau menghendaki, berilah aku rezeki apabila engkau menghendaki. Maka hendaklah dia menguatkan permintaan karena Allāh melakukan apa yang dikehendaki tidak ada yang memaksanya”. [HR Bukhori] Berkata Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah مَا شِئْتَ كَانَ، وإنْ لم أشَأْ – وَمَا شِئْتُ إن لَمْ تَشأْ لَمْ يكنْ “Apa yang Engkau kehendaki ya Allāh terjadi, meskipun aku tidak menghendakinya & apa yang aku kehendaki kalau Engkau tidak menghendakinya maka tidak akan terjadi” [atsar ini dikeluarkan oleh Al Lalikai didalam kitab beliau Syarhu Ushuli Itiqadi Ahli sunnati wal Jamaah Minal kitabi wa Sunnah Wa ijmai shahabat IV-702] Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته _*Abdullāh Roy*_ Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullāh Roy.* 🖊Ibnu Mukri •┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-18 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allah adalah tentang “Kitab Al-Quran Bagian yang Keempat” Allah Azza wa Jall juga menyifati Al-Quran dengan beberapa sifat yang memiliki makna yang agung yang juga menunjukkan keutamaannya. Diantara sifat-sifat tersebut 1. Aziz Artinya yang mulia, dimuliakan oleh Allah dengan dijaga dari segala perubahan. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ “Sesungguhnya orang-orang yang ingkar dengan adz-dzikru Al-Quran ketika datang kepada mereka dan sesungguhnya dia adalah kitab yang mulia.” Fushshilat 41 2. Majiid Artinya agung lagi mulia, Maksudnya agung maknanya dan luas ilmunya, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ “Bahkan dia adalah Al-Quran yang agung.” Al-Buruj 21 3. Kariimun Artinya mulia lagi banyak manfaatnya, besar kebaikannya dan dalam ilmunya, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ “Sesungguhnya dia adalah Al-Quran yang mulia.” Al-Waqi’ah 77 4. Mubaarak Artinya yang berbarakah yang banyak manfaatnya dan banyak membawa kebaikan, Kebaikan bagi yang membacanya, yang menghafalnya, yang mendengarnya, yang mentadabburinya, maupun yang mengamalkannya. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman وَهَـذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ “Dan ini adalah kitab yang Kami turunkan berbarakah membenarkan apa yang datang sebelumnya.” Al-An’am 92 Diantara sifat-sifat Al-Quran adalah, 5. Fashl Artinya yang benar dan jelas, memisahkan antara yang haq dan yang bathil, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ “Sesungguhnya dia Al-Quran adalah ucapan yang memisahkan antara yang haq dan yang bathil.”Ath-Thariq 13 Dan diantara sifat Al-Quran adalah, 6. Hakiim Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman الم ١ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ ٢ هُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ ٣ “Alif Lam Mim. Itu adalah ayat-ayat kitab yang hakīm, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik.” Luqman 1-3 Hakim artinya Memiliki hikmah dan kebijaksanaan yang mendalam, ayat-ayatnya muhkam, yaitu kokoh. – Dia kokoh karena datang dengan lafazh yang paling fasih dan jelas yang mengandung makna yang dalam. – Kokoh karena tidak mungkin dirubah. – Kokoh karena kabar-kabar yang ada di dalamnya benar sesuai dengan kenyataan. – Kokoh karena tidak memerintah kecuali dengan sesuatu yang merupakan kebaikan bagi manusia dan tidaklah melarang kecuali dari sesuatu yang merupakan keburukan bagi manusia, dan – Dia kokoh karena tidak ada pertentangan di antara ayat-ayatnya. Dan diantara sifat Al-Quran adalah 7. Berbahasa Arab yang jelas Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ١٩٢ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ١٩٣ عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ ١٩٤ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ ١٩ “Dan sesungguhnya Al-Quran diturunkan dari Rabb semesta alam, turun dengannya Ar-Ruhul Amin Jibril atas hatimu supaya engkau termasuk orang-orang yang memberikan peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.” Asy-Syu’ara 192-195 Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Abdullāh Roy Di kota Al-Madīnah